MahaPatih iPuT

NavaL Architecture Rules The Oceans

Archive for July 18th, 2008

Akula

Posted by MahaPatih on July 18, 2008

Akula

Akula

Project 941 Akula atau lebih dikenal dengan kode NATO “Typhoon” adalah kapal selam terbesar dan temahal yang pernah dibuat. Amerika boleh adi daya di lautan dengan Armada Pasifiknya, tetapi di bawah pemukaan hiu-hiu Rusia selalu membayangi mereka kemanpun mereka pergi.

map

russia map

Mengusung kode SSBN, kapal selam ini merupakan kapal selam bertenaga nuklir yang membawa dapat membawa rudal balistik antar benua di perutnya. Akula dibangun oleh Sverodvinks Shipyards di Laut Putih dekat Archangel. Sedangkan markas dari kapal selam kelas Akula ada di Pangkalan Armada Timur AL Rusia di Litsa Guba.

Akula didesain dengan sistem Multi-hulled, lima lapis inner hull ditempatkan didalam superstructure dua lambung paralel utama. Kulitnya dilengkapi dengan ubin yang dilapisi dengan bahan khusu penyerap suara. Didalamnya terdapat 19 kompartemen termasuk dengan modul yang diperkuat yang merupakan rumah dari ruang kontrol utama dan kompartemen elektronik yang terdapat di belakang tabung-tabung peluncur misil. Kapal selam ini juga dirancang agar mampu memecah es maupun bergerak di bawah lapisan es. Advanced stern fin dengan horizontal hydroplane ditempatkan dibelakang baling-baling. Nose Horizontal hydroplane ditempatkan di haluan dengan sistem retractable.

akula tube

akula tubes

Akula mampu membawa 20 RSM-52 intercontinental, three stage solid propellant balistic missiles. Dua baris tabung peluncur ditempatkan di main hull. Tiap rudal terdiri dari 10 MIRV’s (multiple re-entry vehicles) dengan masing-masing mengusung hulu ledak nuklir 100 kiloton. Masing-masing MIRV dapat di set untuk mengahntam target yang berbeda. Jarak jelajah rudal ini 8,300 km dengan akurasi 500 meter. Berat satu rudal adalh 84,000 kg, didesain oleh Makayev Design Bureau. RSM-52 juga dikenal dengan kode NATO SS-N-20 Sturgeon.

Akula juga dilengkapi dengan 4 abung peluncur torpedo 630 mm dan dua tabung peluncur torpedo 533 mm. Total dapat membawa 22 rudal antikapalselam/permukan Skhval dan torpedo konvensional dari berbagai tipe. Tabung peluncur torpedo juga dapat digunakan untuk melepaskan ranjau.

line drawing

line drawing

Akula ditenagai oleh 2 reaktor nuklir yang mensuplai dua turbin gas dan turbogear assemblies untuk menggerakkan kapal. Masing-masing reaktor menghasilkan tenaga 190 megawatt, mesin turbinnya ssendiri menghasilkan tenaga sebesar 50,000 hp dan 3,200 kW turbogear. Dua diesel generator 800 kW  juga disiapkan sebagai cadangan.

SSBN TYPHOON CLASS (TYPE 941) – SPECIFICATION

Crew 160
Dimensions
Length 172 m
Beam 23.3 m
Draught 11 m
Displacement Surfaced 23,200 tons
Full load submerged 48,000 tons
Propulsion
Nuclear water reactors 2 x 190 MW
Steam turbines 2 x 50,000 hp
Turbogenerators 4 x 3,200 kW
Diesel generators 2 x 800 kW
Propellers 2 x 7-blade, fixed-pitch, shrouded
Performance
Full Run Speed Surfaced 12 knots
Full Run Speed Submerged 25 knots
Maximum diving depth 400 m
Sea endurance 120 days
Weapons
Missiles D-19 missile system (20 launchers and 20 RSM-52 ballistic missiles)
Torpedoes 4 x 630 mm torpedo tubes, 2 x 533 m torpedo tubes, 20 anti-submarine missiles and torpedoes
Electronic equipment automated radio communication system, satellite communication and navigation system, combat control information system, navigation system
Sensors surface target acquisition radar, active/passive sonar
Periscopes 2 (one for commander, one general)

Posted in NavaL Architecture & Ship BuiLding | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Nimitz class Aircraft Carrier

Posted by MahaPatih on July 18, 2008

Kapal perang terbesar, tentu saja adalah kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dari sekian banyak armada perang US Navy, yang terbesar adalah kapal induk dari kelas Nimitz. Supercarrier kelas Nimitz ini dilengkapi dengan masing-masing  2 reaktor nuklir buatan Westinghouse yang menggerakkan 4 turbin uap yang terhubung dengan 4 poros propeller. Mesin turbinnya menghasilkan 260,000 tenaga kuda yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30+ knots. Dengan reaktor nuklir ini artinya kapal ini tidak perlu “ngisi Pertamax” selama 20 tahun. Dengan sistem logistik yang dimiliki oleh US Navy memungkinkan kapal ini untuk berlayar mengelilingi dunia non stop tanpa perlu berhenti dan bersandar di pelabuhan untuk mengisi ulang logistik.

carl vincon

Dengan ukuran panjang 340 meter, beam 78 meter dan draft 12 meter, Nimitz-class supercarrier mempunyai displacement 101,196 ton. Total kru onboard adalah 5,700 orang, terdiri dari 3,200 pelaut dan 2,500 wing udara. Total pesawat yang dapat dibawa adalah 85 unit yang merupakan kombinasi dari F-18E/F Super Hornet, EA-6B Prowler, E-2 Hawkeye, C-2 Greyhound, SH/HH-60 Seahawkdan S-3 Viking.

Total US Navy telah membangun 10 unit supercarrier dari kelas Nimitz ini, dan semuanya masih operasional. Kapal yang pertama adalah USS Nimitz (CVN-68 ) disusul kemudian USS D.D. Eisenhower (CVN-69), USS Carl Vinson (CVN-70), USS Theodore Roosevelt (CVN-71), USS Abraham Lincoln (CVN-72), USS George Washington (CVN-73), USS John Stenis (CVN-74), USS Harry S. Truman (CVN-75), USS Ronald Reagan (CVN-76) dan yang paling baru adalah USS George H.W. Bush (CVN-77). Satu unit kapal induk membutuhkan biaya persalinan sebesar 4.5 miliar dolar AS, dan ongkos untuk beli susu dan bubur tiap tahun mencapai 160 juta dolar AS.

bush

Meskipun dilengkapi dengan banyak pesawat dan persenjataan canggih, kapal induk tidak pernah berperasi sendirian. Kapal induk beroperasi dalam satu group yang biasanya terdiri dari 1 Kapal induk, 3 Destroyer dengan konfigurasi berbeda fungsi pada masing-masing kapal (anti serangan udara, anti kapal selam dan anti permukaan), 2 kapal support, 2 kapal selam kelas Los Angeles dan kadang-kadang juga dilengkapi dengan kapal pendarat dan frigate.

Semua kapal pendamping itu berfungsi sebagai tabir untuk melindungi kapal induk dari serangan seekor hiu. Hiu atau Akula dalam bahasa Rusia yang dimaksud adalah kapal selam milik AL Rusia yang selalu membuntuti armada kapal induk AS kemanapun mereka pergi. Anehnya meskipun dilengkapi dengan peralatan sonar tercanggih yang ada saat ini, armada AL AS tidak pernah bisa mendeteksi kehadiran kapal selam Rusia. Dan pihak Kremlin meng-klaim selalu berada tidak jauh dari kapal induk AS dengan dilengkapi bukti foto-foto yang diambil baik melalui satelit mata-mata maupun teropong kapal selam mereka.

Posted in NavaL Architecture & Ship BuiLding | Tagged: , | Leave a Comment »