MahaPatih iPuT

NavaL Architecture Rules The Oceans

Archive for November, 2008

Somali Pirates

Posted by MahaPatih on November 28, 2008

Somali Pirates atau bahasa kerennya Perompak Somalia…,

Sering nongol di berita akhir-akhir ini karena membajak kapal tanker raksasa punya Arab Saudi M/V Sirius Star yang mengangkut minyak mentah senilai satu teriliyun (katanya). Trus para Jack Sparrow wannabe ini minta tebusan selawe juta yu-es dollar. M/V Sirius Star ini milik perusahaan minyak Saudi Aramco yang berbasis di Arab Saudi. Kapalnya sendiri berbendera Liberia dan Homeport-nya di Monrovia. M/V Sirius Black eh salah Sirius Star ding, diklasifikasikan sebagai VLCC (Very Large Crude Carrier) dengan ukuran panjang 330 m, Beam 58 m, Draft 22 m, Hull Depth 31 m dengan kapasitas angkut dua juta barel atau 320,000 m kubik.

Gerombolan perompak ini sebenarnya sudah lama malang melintang di dunia per-perompakan. Mulai menarik perhatian publik dunia ketika secara tidak sengaja membajak Cargo Ship MV Faina milik perusahan Ukraina yang mengangkut 33 ekor Tank T-72 buatan Rusia lengkap dengan persenjataan dan amunisi. Tank-tank ini sejatinya dalam perjalanan delivery ke Kenya. Captain dari kapal ini pun akhirnya tewas dalam masa pembajakan karena hypertension dan stroke yang dialaminya. Saking takutnya kali ye makanya sampe stroke-nya tiba-tiba kumat.

Mengapa Somalia…?

Mengapa para perompak ini bisa berjaya di Somalia…? Sama seperti pemberontak, perompak pada dasarnya memerlukan beberapa situasi untuk bisa berjaya : Keamanan nasional yang buruk karena gejolak politik ataupun pertikaian di dalam negeri, akses untuk mendapatkan senjata, adanya kapal yang melintas ataupun transit dekat dengan pantai, cuaca yang bersahabat dan kapal bernilai tinggi yang melimpah jumlahnya.

Somalia sudah tentu memenuhi dua persyaratan pertama di atas, tapi sama seperti bisnis real estate yang terpenting adalah Lokasi. Kalo pake bahasa Mahasiswa posisi menentukan prestasi. Seperti yang terlihat di peta rute pelayaran, Somalia berada di jalur lalu lintas pelayaran antara Asia dengan Terusan Suez. Dan garis pantai Somalia cukup dekat dengan jalur pelayaran tersebut yang memberikan akses yang mudah bagi para perompak untuk beraksi.

Motif dari pembajakan…

Pada umumnya perompak menyerang kapal yang sudah diincar dengan tujuan mengambil muatan kargo yang berharga atau brankas berisi uang tunai yang ada di kapal. Misi mereka adalah naik ke atas kapal, melumpuhkan awak kapal dan kemudian meninggalkan kapal dengan cepat dan senyap.

Perompak Somalia mempunyai motif yang berbeda, mereka mengincar kapal-kapal pelayaran samudera yang besar dengan sedikit barang berharga yang mudah dibawa dan dijual didarat berada di atas kapal. Pembajakan yang dilakukan oleh perompak somalia menghasilkan jutaan dolar dengan meminta tebusan kepada pemilik kapal. Uang hasil tebusan tersebut kemudian diserahkan kepada penguasa lokal yang selama ini mendukung para perompak dan memanas-manasi para perompak untuk membajak yang pasti beresiko besar. Sementara para perompak beraksi di lautan para sutradara duduk dengan tenang di daratan tanpa resiko yang besar untuk terluka maupun tertangkap.

Daerah rawan pembajakan lainnya

Daerah lain yang sangat berbahaya dan rawan perompakan adalah Selat Malaka. Berada diantara Malaysia dan Indonesia selat sepanjang 500 mil laut ini merupakan jalur tercepat yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Timur Tengah.Selat ini juga sempit sehingga memudahkan para perompak untuk mendekat tanpa terdeteksi.

Daerah rawan lainnya adalah Nigeria. Negara dengan cadangan minyak di lepas pantai ini sering terjadi konflik antara penduduk, pemerintah dan oil company. Sangat sedikit kapal-kapal besar yang dibajak di Nigeria, tetapi instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan Supply Vessel yang lebih kecil sering menjadi target para perompak.

Bagaimana perompak menyerang…?

Perompak mengunakan kapal cepat berukuran kecil untuk mendekati kapal-kapl besar yang sedang berada di dekat garis pantai.

Kenapa kapal tidak mempertahankan diri…?

Pemilik kapal ragu untuk mengijinkan awak kapal membawa senjata api karena beberapa alasan.

1.   Takut terjadi adanya penyalahgunaan senjata oleh awak kapal.

2.   Penggunaan senjata api hanya akan menambah marah para perompak yang bersenjata lengkap dan kemungkinan untuk terbunuh akan semakin besar.

3.   Peraturan yang melarang penggunaan senjata api oleh sipil di sebagian besar negara yang disinggahi oleh kapal.

4.   Pelatihan bagi awak kapal untuk menggunakan senjata api dianggap mahal oleh pemilik kapal.

Insiden-insiden terakhir terjadi di daerah 250 mil laut dari darat. Tidak bisakah kapal besar mendeteksi datangnya kapal kecil dan kemudian menghindar…?

Dalam beberapa dekade terakhir ini operator kapal telah menggunakan berbagai macam teknologi baru dan prosedur operasi untuk mengurangi ongkos operasional kapal, yaitu awak kapal. Sebagai contoh M/V Sirius Star, kapal sebesar itu hanya diawaki oleh 25 awak kapal saja termasuk kapten dan perwira. Kebanyakan kapal saat ini hanya menugaskan dua orang awak kapal sebagai pengintai yang stand by untuk mengawasi sekitar di anjungan. Permasalahannya adalah kapal kecil susah untuk dilihat dan tidak terdeteksi di radar. Kapal-kapal tersebut umumnya juga mempunyai kecepatan yang cukup tinggi melebihi kecepatan rata-rata kapal tanker (12 knot) dan kapal kontainer sekalipun (25 knot).

Dengan menggunakan kapal cepat berukuran kecil untuk mendekati kapal-kapal dagang, jarak bukanlah suatu masalah bagi para perompak. Insiden-insiden terkahr terjadi di daerah lebih dari 250 mil laut, beberapa bukti menunjukkan bahwa kapal-kapal kecil tersebut memperluas daerah jelajahnya dengan memanfaatkan kapal lain yang lebih besar sebagai kapal induk. Kapal-kapal yang dimanfaatkan sebagai kapal induk biasanya adalah kapal penangkap ikan yang dimanfaatkan sebagai markas, tempat menginap dan mengisi ulang suplai kapal-kapal kecil.

Kenapa angkatan laut tidak bisa menghentikan mereka…?

Ketika pemilik kapal menyambut baik perlindungan dari angkatan laut (diambil contoh AL AS dan pemilik kapal berkewarganegaraan AS) muncul permasalah lain yang bersifat politis. AL AS sudah sejak dulu mengemban misi untuk melindungi kapal dagang AS, namun saat ini sangat sedikit kapal yang berbendera Amerika Serikat meskipun kapal itu mengangkut muatan dari dan ke AS. Kebanyakan kapal sekarang berbendera dan terdaftar di Panama, Liberia dan Kepulauan Marshal. Negara-negara tersebut sering disebut Flag of Convienece, pemilik kapal lebih suka meregistrasi kapal mereka disana karena relatif mudah dan tidak banyak aturan. Disamping itu biasanya kapal dagang besar dimiliki oleh lebih dari satu orang atau perusahaan yang berbeda negara, terdaftar di suatu negara, diasuransikan di negara berbeda dan di-awaki oleh orang dari negara yang berbeda-beda. Kombinasi dari kepentingan berbagai negara  yang berbeda ini membuat situasi menjadi semakin rumit bagi AL AS.

Teori lainnya adalah tindakan dari Angkatan Laut tidak akan mempengaruhi permasalahan mendasar dari peristiwa-peristiwa pembajakan ini dan tidak akan memotivasi pemilik kapal untuk melindungi kapal mereka. Permasalahan tidak akan selesai sampai pemilik kapal menugaskan awak kapal sebagai pengintai dengan jumlah yang cukup, tidak sampai awak kapal terlatih dengan baik dan mampu menggunakan teknologi pengamanan terbaru dengan baik.

Posted in NavaL Architecture & Ship BuiLding | Tagged: , | Leave a Comment »

Ternyata rokok itu tidak berbahaya

Posted by MahaPatih on November 24, 2008

Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya.

Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana pada waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya melalui beberapa percobaan, buktinya seperti cerita di bawah ini…

Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang dokter. Mereka selalu bersama kemana saja mereka pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.
- dr. Ali (suka main perempuan)
- dr. Benu (suka minum minuman keras)
- dr. Cono (suka segala jenis rokok)

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba ketiganya bertemu dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin).

Lalu salah seorang mengambilnya lalu meng-gosok2kan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas.

Lalu jin tersebut tertawa: “Ha ha ha…” dan berkata, “Akulah Jin Ifrit!” Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian.

Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup mereka.
Lalu mereka memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.

Berkatalah Ali, “Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ……..! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan Ali.

Berkata Beno, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ……..! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan Benu.

Berkata pula Cono, “Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ………! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan Cono.

Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul kembali untuk membuka pintu gua masing-masing sebagaimana yang dijanjikan.

Maka jin tersebut pergi membuka pintu gua si Ali, ketika dibuka maka keluarlah si Ali dengan keadaan kurus kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup untuk menggerakkan lutut sebab hari-hari hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Tiba-tiba si Ali pun jatuh ke tanah lalu mati !!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si Benu, ketika pintu dibuka maka keluarlah si Benu dengan perut yang sangat buncit karena hari-hari mabuk-mabukan. Jalan pun terhuyung-huyung. Tiba-tiba si Benu pun jatuh ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si Cono dan membuka pintu gua.

Tiba2 si Cono keluar dalam keadaan sehat walafiat dan terus MENAMPAR si jin. Sambil memaki si jin ia berkata: “JIN BODOH ….!!! KOREKNYA MANA .. ??”

CONFESSION :

Sumfah ane jujur…, ane gak bohong…,

Hasrat hati pengen berenti ngerokok…,

tapi…,

tau sendiri lah kisanak…, banyak godaannya…,

Sudah pernah ditabok cewek didepan publik gara-gara ngerokok…,(tapi ini naboknya beda, kalo nabok tu pake kasih sayang, tabok = cipok = pake kasih sayang, beda lo ya sama ditampar)

Sudah pernah puasa gara2 rokok…,(kere duite entek gawe tuku rokok)

Sudah sempat berenti ngerokok 2 bulan, Tapi balik lagi ngerokok.

Jadi mulai beberapa bulan lalu aku bertekat g beli rokok lagi…!!!!!

g beli rokok bukan berarti g ngerokok kan…, :D

herannya temen2 masih ada aja yang mau dimintai rokok…,

KAPAN BERENTINYA…???????

Posted in MahaPatih | Tagged: | 2 Comments »

A Tribute to Bung Tomo

Posted by MahaPatih on November 10, 2008

The Real Hero

The Real Hero

Transkrip orasi Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo sebelum pertempuran 10 November 1945

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.

Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.

Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,

Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Panji Gulo-Klopo

Panji Gulo-Klopo

Bung Tomo adalah ikon pertempuran heroik Surabaya. Kemampuan orasinya yang luar biasa mampu membakar semangat juang segenap rakyat Surabaya dalam menghadapi pasukan yang sangat terlatih dan diperlengkapi dengan perlengkapan perang yang sangat modern untuk masanya.

Bung Tomo adalah seorang nasionalis tulen. Berulangkali dalam orasinya yang mengelegar dia menyebut “pemuda-pemuda Indonesia di Surabaya” atau “bangsa Indonesia di Surabaya”. Selain itu, Bung Tomo juga seorang yang sangat sportif. Meski masyarakat Surabaya mendapat ultimatum dan provokasi dari Inggris, dia memperingatkan “djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu”

Orasi Bung Tomo adalah salah satu faktor penting yang membuat mereka-mereka yang sehari-harinya adalah tukang soto, abang becak, kusir delman, wong kampong, dan lain-lain komponen sipil rakyat Indonesia di Surabaya, berani menghadapi ultimatum Jenderal Mansregh laksana banteng terluka.

Pidato Bung Tomo adalah saat yang sangat dinantikan oleh rakyat Surabaya. Sesaat sebelum Bung Tomo mulai orasinya di radio, Surabaya bagaikan kota mati, sepi. Rakyat berkumpul ditempat-tempat yang bisa menangkap siaran pidato Bung Tomo yang dipancarkan oleh radio.

Suara Bung Tomo yang menggelegar, pilihan kata-katanya yang cerdas dan lugas, serta teriakan takbir yang menggetarkan jiwa tiap muslim yang mendengarnya, adalah perpaduan sempurna dalam membakar semangat, bukan saja mereka yang asli arek Suroboyo, namun juga pemuda-pemuda Indonesia lainnya dari suku-suku bangsa lainnya yang tinggal di Surabaya: Ambon, Sulawesi, Batak, NTT, Bali, Kalimantan, dan lain-lain suku bangsa untuk bersama-sama dalam satu tekad melawan pasukan penjajah.

Tak heran, tiap kali usai pidato Bung Tomo dipancarkan, ungkapan seperti:”Mboh aku sing mati, opo Inggris keparat sing mati ! Gak sudhi aku nyerah nang Inggris ! ” (entah saya yang mati, atau Inggris keparat yang mati. Tidak sudi aku menyerah kepada Inggris). Pasukan TRIP yang rata-rata berumur belasan tahun, dengan penuh percaya diri siap bertempur menghadapi pasukan Inggris yang pernah mengalahkan pasukan Rommel di mandala Afrika.

Syukur Alhadulillah, akhirnya pemerintah mengakui jasa-jasa luar biasa beliau bagi Indonesia.

Posted in MahaPatih | Tagged: , , , , | 4 Comments »